Info Konsumen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499, Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center menghadirkan program potongan harga kamar sebesar Rp499.000 dari harga yang berlaku setiap hari sepanjang Juni 2026. Program ini dihadirkan sebagai upaya memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati staycation sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
Berbeda dari promosi hotel pada umumnya, Aston Priority Simatupang menilai bahwa meningkatnya tingkat hunian hotel memiliki dampak ekonomi yang luas. Aktivitas tamu yang meningkat tidak hanya memberikan manfaat bagi industri perhotelan, tetapi juga mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok hotel.
Industri perhotelan dikenal memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Setiap peningkatan jumlah tamu akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai produk dan layanan yang melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari pemasok bahan makanan, UMKM, petani lokal, hingga penyedia jasa pendukung lainnya.
General Manager Aston Priority Simatupang, Andi Gevika Rizki, mengatakan bahwa perayaan ulang tahun Jakarta menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat bagi tamu, tetapi juga bagi pelaku usaha lokal.
“Momentum ulang tahun Jakarta bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga pergerakan ekonomi kota Jakarta. Melalui program potongan harga Rp499.000 ini, kami ingin memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menikmati pengalaman menginap yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Ketika tingkat hunian hotel meningkat, dampaknya juga dirasakan oleh banyak pihak yang menjadi bagian dari rantai pasok dan operasional kami, mulai dari UMKM hingga petani lokal,” ujar Andi.
Saat ini, Aston Priority Simatupang bekerja sama dengan lebih dari 45 supplier dan mitra usaha lokal yang mendukung operasional hotel. Mitra tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari pemasok sayur dan buah, telur dan ayam, seafood, frozen food, groceries, percetakan, hingga pelaku usaha kuliner dan jasa lainnya yang sebagian besar berlokasi di Jakarta dan sekitarnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas hotel tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Dengan meningkatnya aktivitas tamu, kebutuhan terhadap berbagai produk dan layanan dari para mitra usaha juga ikut bertambah.
Selain menghadirkan program diskon, Aston Priority Simatupang turut menyiapkan berbagai kegiatan bertema budaya Betawi sebagai bagian dari perayaan HUT Jakarta ke-499.
Sepanjang Juni 2026, hotel menghadirkan stall khusus kuliner Betawi yang menyajikan beragam hidangan khas. Puncak perayaan akan berlangsung pada 22 Juni 2026 melalui Festival Kuliner Betawi yang menghadirkan berbagai menu tradisional seperti nasi ulam Betawi, bubur Betawi, ketupat sayur Betawi, ayam sampyok, asinan Betawi, hingga aneka kudapan tradisional seperti kembang goyang, roti gambang, dan roti buaya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada tamu, hotel juga akan membagikan roti buaya mini gratis kepada 50 tamu pertama yang melakukan check-in pada 22 Juni 2026.
Tidak hanya untuk orang dewasa, Aston Priority Simatupang juga menyiapkan aktivitas kreatif bagi anak-anak berupa kegiatan membuat ondel-ondel dari clay yang akan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 09.00–10.00 WIB.
Melalui rangkaian program tersebut, Aston Priority Simatupang berharap dapat mengajak masyarakat merayakan ulang tahun Jakarta dengan cara yang sederhana namun memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Selain menawarkan pengalaman menginap yang lebih terjangkau, program ini juga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan para pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan industri hospitality di Jakarta.
Dengan semangat kolaborasi dan pertumbuhan bersama, Aston Priority Simatupang optimistis perayaan HUT Jakarta ke-499 dapat menjadi momentum untuk memperkuat roda perekonomian sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap budaya Betawi sebagai identitas kota Jakarta
