Info Konsumen – HOKA Indonesia mengajak para pelari untuk kembali menemukan semangat berlari melalui gerakan “Lari lagi, lari terus”. Inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk kembali berlari, membangun konsistensi, dan menikmati setiap proses perjalanan, apa pun tantangan yang pernah dihadapi.
Alasan seseorang untuk berlari dapat berubah seiring waktu. Ada yang memulai demi menjaga kebugaran, mengejar personal best, hingga mengabadikan momen saat melewati garis finis untuk pertama kalinya. Namun, kesibukan, perubahan ritme hidup, hingga masa pemulihan cedera kerap membuat seorang pelari harus berhenti sementara.
Melihat pengalaman tersebut, HOKA menghadirkan gerakan “Lari lagi, lari terus” sebagai bentuk dukungan agar para pelari berani memulai kembali dan terus menjaga konsistensi dalam setiap langkah.
Lucky Bagus, HOKA Indonesia Marketing Lead, mengatakan gerakan ini mencerminkan semangat Together We Fly Higher dan filosofi Performance with Joy yang menjadi DNA HOKA.
“Kami percaya perjalanan berlari akan selalu lebih bermakna ketika didukung energi positif dari komunitas yang saling menginspirasi. Di saat yang sama, performa terbaik lahir ketika seseorang menemukan kebebasan, kenyamanan, dan kegembiraan di setiap langkah, sehingga setiap kilometer menjadi perayaan atas progres pribadi,” ujar Lucky.
Sebagai pembuka gerakan tersebut, HOKA menggelar Community Run yang diikuti sekitar 200 pelari pada 2 Agustus 2026 bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kawasan GBK dipilih karena telah lama menjadi pusat aktivitas para pelari dari berbagai kalangan.
Melalui kegiatan ini, HOKA ingin menjadikan momen CFD sebagai ruang yang inklusif untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat semangat, sekaligus merayakan langkah baru bersama komunitas sesuai semangat “Lari lagi, lari terus.”
Gerakan tersebut juga menghadirkan Tania Ikhsani dan Wahyu Setiawan yang membagikan pengalaman mereka dalam memulai kembali rutinitas berlari.
Tania mengaku pernah mengalami fase ketika aktivitas berlari tidak lagi menjadi bagian dari kesehariannya. Namun saat kembali berlari, ia menemukan sudut pandang baru.
“Saya belajar mendengarkan tubuh, menghargai perkembangan sekecil apa pun, dan menikmati setiap kilometer tanpa terburu-buru. Bagi saya, itulah makna sebenarnya dari memulai kembali,” katanya.
Senada, Wahyu Setiawan mengatakan setiap pelari pasti mengalami perubahan dalam rutinitas latihan.
“Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa konsistensi lahir dari kemauan untuk terus kembali, sekalipun ritmenya berubah. Setiap sesi latihan menjadi kesempatan untuk berkembang sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Semangat serupa juga ditunjukkan para atlet HOKA, yakni Septiana Nia, Hendra Siswanto, dan Ida Maharani. Ketiganya membuktikan bahwa perkembangan seorang pelari dibangun melalui latihan yang konsisten serta keberanian untuk terus berkembang.
Untuk mendukung perjalanan tersebut, HOKA menghadirkan Clifton PRO, super trainer terbaru yang dirancang untuk berbagai jenis latihan, mulai dari easy run, tempo run, long run, hingga interval.
Sepatu ini dibekali teknologi PROGLIDE™+, Aggressive MetaRocker™, dan Premium SCF EVA Midsole yang menawarkan transisi langkah lebih mulus, responsif, dan nyaman sehingga membantu pelari menjaga konsistensi sekaligus mencapai target latihan.
HOKA berharap kehadiran Clifton PRO dapat memberikan kenyamanan bagi semakin banyak pelari untuk kembali melangkah dan menikmati setiap proses perjalanan mereka.
HOKA Clifton PRO telah tersedia sejak 10 Juli 2026 di seluruh gerai resmi HOKA, HOKA.com, Planet Sports Asia, The Athlete’s Foot, dan Foot Locker Indonesia.
