November 1, 2026

Info Konsumen – PT Biotek Farmasi Indonesia memperkuat kiprahnya di industri kesehatan melalui pengembangan produk berbasis riset dan inovasi. Di bawah kepemimpinan Toni Lay selaku Chairman/CEO, perusahaan tersebut mengarahkan investasi jangka panjang untuk mendukung kegiatan penelitian yang melibatkan tenaga peneliti Indonesia di pusat riset California, Amerika Serikat.

Toni Lay mengatakan, pengembangan produk kesehatan yang dilakukan Biotek berangkat dari kepedulian terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya penyakit kronis seperti diabetes dan autoimun yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Menurutnya, banyak pasien diabetes baru mendapatkan penanganan ketika kondisi kesehatannya sudah mengalami komplikasi. Situasi tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan mengembangkan produk yang diklaim dapat membantu mendukung pengelolaan kesehatan sejak dini.

“Tim farmasi Biotek kadang mengeluhkan, pasien yang datang ke kita biasanya sudah capek berobat ke rumah sakit dan kondisinya sudah cukup parah. Padahal, jika sejak awal terdiagnosis diabetes langsung mendapatkan penanganan yang tepat, tentu akan lebih mudah dikendalikan,” ujar Toni Lay.

Ia menambahkan, pengembangan produk tidak hanya berorientasi pada kemampuan bersaing di pasar, tetapi juga harus memperhatikan aspek keamanan dan kualitas.

Toni juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam memilih produk kesehatan, terutama suplemen dan herbal yang menawarkan berbagai klaim manfaat, mulai dari meningkatkan imunitas hingga membantu mengatasi penyakit kronis.

Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan bukti penelitian, keamanan bahan, serta izin edar sebelum menggunakan suatu produk kesehatan.

“Jangan mudah percaya dengan berbagai klaim produk yang katanya bisa menyembuhkan penyakit lambung, ginjal, liver, autoimun, hingga kanker. Masyarakat harus lebih bijak dan memahami produk yang dikonsumsi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Toni turut memperkenalkan Dialance, salah satu produk Biotek yang dipasarkan untuk mendukung pengelolaan gula darah. Ia menyampaikan klaim perusahaan mengenai hasil penggunaan produk tersebut dalam waktu relatif singkat.

Namun, klaim mengenai efektivitas penurunan gula darah tetap perlu dinilai berdasarkan bukti uji klinis yang memadai dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan diabetes sesuai anjuran tenaga medis.

Pengalaman keluarga yang menghadapi penyakit autoimun seperti lupus juga menjadi salah satu latar belakang perhatian Toni terhadap pengembangan produk kesehatan. Ia menilai kebutuhan terhadap pilihan penanganan yang aman dan efektif menjadi tantangan penting dalam pengembangan industri farmasi nasional.

Saat ini, Biotek Farmasi Indonesia mengembangkan sejumlah produk yang ditujukan untuk berbagai kebutuhan kesehatan, termasuk pengelolaan diabetes, autoimun, kesehatan ginjal, serta produk antivirus.

Toni menegaskan, integritas, transparansi, dan perhatian terhadap keamanan konsumen menjadi prinsip yang ingin diterapkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, PT Biotek Farmasi Indonesia menggelar talkshow bertajuk SMART HEALTHY di Main Atrium Teras Kota BSD. Kegiatan tersebut menghadirkan Toni Lay sebagai pembicara utama untuk berbagi pandangan mengenai inovasi produk kesehatan, pentingnya deteksi dini, serta pemahaman masyarakat dalam memilih produk kesehatan.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan lebih selektif dalam menggunakan produk kesehatan.

Produk-produk Biotek Farmasi Indonesia, termasuk Dialance, disebut telah tersedia melalui sejumlah jaringan apotek, antara lain Century, Guardian, dan Watsons. Masyarakat tetap disarankan memeriksa izin edar serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan produk, khususnya bagi penderita penyakit kronis yang sedang menjalani pengobatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *