October 29, 2026

Info Konsumen – Industri makanan dan minuman Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026, sementara industri makanan dan minuman tumbuh lebih tinggi, yakni 7,04 persen.

Kinerja tersebut didukung meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).

Pertumbuhan ini membuka peluang bisnis yang semakin luas bagi pelaku industri makanan dan minuman, mulai dari pengembangan produk, penyediaan bahan baku berkualitas, penerapan teknologi pengolahan modern, hingga perluasan pasar ekspor.

Peluang tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026, pameran perdagangan dan jejaring bisnis industri makanan dan minuman yang kembali digelar Krista Exhibitions untuk ke-27 kalinya.

Tahun ini, KRISTA InterFOOD hadir dengan skala lebih besar, menempati 11 hall dengan luas area pameran mencapai 60.000 meter persegi. Pameran ini melibatkan 1.100 peserta, termasuk 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dari 16 negara.

Negara peserta meliputi Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.

Partisipasi internasional turut diperkuat melalui Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand yang secara keseluruhan menghadirkan 70 peserta. KRISTA InterFOOD 2026 menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara.

Skala tersebut menjadikan pameran ini sebagai salah satu ajang untuk mempertemukan produsen, pemasok, distributor, importir, eksportir, investor, dan pembeli profesional guna menjajaki peluang kerja sama serta memperluas akses pasar nasional maupun internasional.

KRISTA InterFOOD 2026 juga diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo.

Seafood Show Asia Expo berfokus pada peluang bisnis hasil laut dan produk perikanan. Sementara itu, ALL Indonesia Cooltech Expo menghadirkan teknologi pendinginan dan solusi rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas serta kesegaran produk.

Integrasi ketiga pameran tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat perkembangan produk dan teknologi dalam satu rangkaian kegiatan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga penyimpanan dan distribusi.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan KRISTA InterFOOD 2026 dirancang sebagai platform untuk mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas jaringan perdagangan, serta meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.

“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman. Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” ujar Daud.

Ia optimistis KRISTA InterFOOD 2026 dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Tidak hanya menjadi ajang promosi produk, KRISTA InterFOOD 2026 menghadirkan lebih dari 40 program yang menyasar pengembangan inovasi, peningkatan kompetensi, pertukaran pengetahuan, serta perluasan peluang bisnis.

Salah satu program unggulan adalah Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition, yang merupakan program Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal.

Melalui program ini, pelaku IKM berkesempatan memperkenalkan produk unggulan kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri. Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan nasional dan memperluas akses pasar.

Di sektor kuliner, pameran menghadirkan La Cuisine Cooking Competition 2026 yang berkolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia). Kompetisi ini akan melibatkan 1.100 chef untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan teknik memasak sesuai standar industri.

Bersama Global Chef Championship 2026, kompetisi tersebut menghadirkan lebih dari 30 kategori, mencakup masakan tradisional dan internasional. Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan talenta kuliner sekaligus peningkatan profesionalisme di sektor hotel, restoran, katering, dan jasa boga.

Industri kopi juga mendapatkan ruang melalui ICAB Competition 2026 dan Krista InterFOOD Roasting Competition (KIROC), yang diselenggarakan bersama Dewan Kopi Indonesia.

Rangkaian kompetisi meliputi Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, Manual Brew Competition, dan kompetisi sangrai kopi. Ajang ini menjadi wadah bagi para profesional untuk menunjukkan keahlian sekaligus mendorong peningkatan kualitas kopi Indonesia.

Sementara itu, Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan APCA memberikan kesempatan kepada para perajin gelato untuk mengeksplorasi resep, mengembangkan kombinasi cita rasa, dan memanfaatkan bahan baku lokal. Kompetisi ini juga membuka peluang bagi peserta untuk melangkah ke tahapan kompetisi internasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengembangan industri perhotelan dan jasa boga turut menjadi perhatian melalui program Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC).

Sejumlah agenda yang dihadirkan antara lain The Art of Table Setting: Tropical Elegance – Qualifying, IFBEC MIXCRAFT Final, Table Setting Final – Candle Light Dinner Challenge, serta Hospitality Talk Show bertema “Revenue is Vanity, Profit is Reality”.

Program tersebut mengangkat kreativitas, keterampilan profesional, serta perspektif bisnis dalam industri hospitality.

KRISTA InterFOOD 2026 juga menghadirkan seminar dan edukasi bersama sejumlah asosiasi serta organisasi industri, di antaranya:

GAPMMI: Practical Knowledge for Bringing Food Products to the Market.
IKABOGA: Rapat Kerja Nasional dan pelatihan bersertifikasi BNSP.
APSKI: Strategi registrasi suplemen kesehatan, pendalaman dossier, pembuktian ilmiah, dan penyelesaian kendala evaluasi.
INTROSEA, ASTRULI, dan ARLI: Pembahasan peluang produk rumput laut tropis bernilai tambah untuk pasar global.
ARTI: Peluncuran program KITA (Krista Indonesia Tea Artisan).
Beragam agenda tersebut memberikan ruang bagi pelaku industri untuk memperbarui pengetahuan, memahami peluang pasar, serta mengikuti perkembangan regulasi dan inovasi produk.

Selain seminar dan kompetisi, KRISTA InterFOOD 2026 menyediakan program business matching untuk mempertemukan peserta pameran dengan calon pembeli, distributor, mitra usaha, dan investor.

Agenda yang dijadwalkan mencakup business matching IKABOGA dengan peserta pameran di Krista Training Center, presentasi BKPM dan GAPMMI mengenai peluang investasi serta insentif bagi industri makanan Indonesia, hingga talkshow AP5I.

Program lainnya meliputi pertemuan bisnis bersama anggota APRINDO dan Thailand Pavilion, serta talkshow dan business matching yang melibatkan Asosiasi Pengusaha Frozen Food Indonesia (APFFI), Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kehadiran program tersebut memperkuat fungsi pameran sebagai ruang pertemuan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga membuka peluang transaksi, distribusi, investasi, dan kemitraan jangka panjang.

Penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dukungan juga datang dari berbagai asosiasi industri, antara lain GAPMMI, AMDATARA, World Association of Chefs’ Societies, ACP Indonesia, IPBS, IKABOGA, ARTI, APCA, IFBEC, AP5I, ASTRULI, ARLI, INTROSEA, AP2HI, IPF, APFFI, GAPI, dan APHI.

Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan komunitas profesional tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri makanan dan minuman nasional serta meningkatkan peluang pelaku usaha Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.

Tiket Rp250 Ribu untuk Empat Hari Pameran

KRISTA InterFOOD 2026 mengundang pelaku bisnis, produsen, distributor, importir, retailer, pemilik usaha, serta pembeli profesional untuk memanfaatkan pameran ini sebagai sarana mencari produk dan teknologi terbaru, memperluas jaringan pemasok, serta menjajaki peluang investasi dan kemitraan.

Pengunjung dapat melakukan registrasi melalui laman resmi https://register.kristaonline.com/visitor/kristainterfood dengan harga tiket Rp250.000 untuk akses selama empat hari pameran.

Dengan melibatkan peserta dari 16 negara dan menargetkan 95.000 pengunjung profesional, KRISTA InterFOOD 2026 menjadi salah satu momentum bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan perdagangan dan menangkap peluang pertumbuhan sektor makanan dan minuman Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *