September 2, 2026

Info KonsumenNeobiz resmi memperkenalkan Neo, AI agent yang memungkinkan pelaku bisnis menjalankan berbagai aktivitas operasional langsung melalui WhatsApp. Teknologi ini dirancang agar percakapan dengan pelanggan tidak berhenti pada tanya jawab, tetapi dapat dilanjutkan hingga booking, pemesanan, pembayaran, dan aktivitas bisnis lainnya.

Peluncuran AI-native Business OS ini menyasar bisnis di berbagai sektor di Indonesia, mulai dari restoran, retail, otomotif, beauty dan wellness, fitness, pendidikan, klinik estetika, hingga bisnis jasa.

Neobiz melihat WhatsApp memiliki posisi penting dalam aktivitas bisnis di Indonesia. Lebih dari 90 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan WhatsApp setiap bulan. Kondisi tersebut membuat WhatsApp menjadi salah satu kanal utama bagi bisnis untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Persoalannya, proses yang terjadi setelah pelanggan mengirim pesan masih banyak dilakukan secara manual. Pesanan harus dicatat, jadwal harus diperiksa, pembayaran perlu ditagih, dan pelanggan harus kembali diingatkan.

Founder dan CEO Neobiz, Jimmy Petrus, mengatakan Neo dikembangkan untuk mengubah pola tersebut.

“Setiap hari bisnis menerima banyak chat dari pelanggan. Masalahnya, terlalu banyak yang masih harus ditindaklanjuti secara manual,” ujar Jimmy.

Melalui Neo AI, Neobiz ingin menjadikan WhatsApp sebagai kanal yang mampu menyelesaikan kebutuhan pelanggan secara langsung.

“Kami ingin WhatsApp bukan hanya menjadi tempat pelanggan bertanya, tetapi tempat mereka bisa menyelesaikan kebutuhannya, mulai dari pesan, booking, sampai bayar,” katanya.

AI Tak Sekadar Menjawab Pesan

Berbeda dari chatbot konvensional yang umumnya terbatas pada memberikan jawaban berdasarkan skrip, Neo dirancang untuk memahami konteks dan mengambil tindakan berdasarkan data bisnis.

Platform Neobiz memiliki sejumlah modul yang terhubung dengan Neo, seperti Campaign, Pesanan, Reservasi, Appointment, Kelas dan Lapangan, Membership, Loyalty, Invoice, serta pembayaran.

Artinya, percakapan pelanggan dapat langsung terhubung dengan proses operasional bisnis.

Pada bengkel otomotif, misalnya, Neo dapat mengenali kendaraan pelanggan berdasarkan riwayat sebelumnya, memeriksa ketersediaan jadwal servis, membuat booking, kemudian mengirimkan pengingat untuk servis berikutnya.

Di sektor beauty dan wellness, Neo dapat memeriksa jadwal terapis, menahan slot appointment, hingga mengirimkan permintaan deposit.

Sementara bagi restoran dan kafe, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui percakapan biasa maupun voice note. Pesanan kemudian dapat diteruskan ke proses operasional dapur dan kasir.

Pelanggan Tak Harus Menunggu Admin

Kemampuan tersebut juga memungkinkan bisnis memberikan layanan di luar jam operasional tanpa harus menambah tenaga khusus untuk membalas setiap pesan.

Salah satu pengguna awal Neo adalah VOX Research, toko spesialis audio otomotif. Pemilik VOX Research, Fernan Septiadi, mengatakan sebagian besar pertanyaan pelanggan diterima melalui WhatsApp, termasuk pertanyaan harga dan permintaan jadwal pemasangan.

Menurut Fernan, pengalaman menggunakan Neo berbeda dibandingkan sejumlah AI WhatsApp yang pernah dicoba sebelumnya.

“Kami pernah mencoba beberapa AI WhatsApp lain, dan balasannya selalu terasa seperti mesin yang membaca skrip,” ujarnya.

Ia menilai Neo mampu memberikan respons yang lebih sesuai dengan cara kerja timnya karena booking dan pembayaran telah terhubung dalam sistem yang sama.

“Neo menjawab layaknya tim kami sendiri. Karena booking dan pembayaran sudah menyatu di sistem yang sama, percakapan bisa langsung berakhir menjadi jadwal pemasangan,” katanya.

Efisiensi Biaya Diklaim Bisa Mencapai 80 Persen

Neobiz menyebut implementasi awal Neo di sejumlah industri menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan laporan merchant yang berpartisipasi, hingga 98 persen pelanggan dapat terlayani. Selain itu, sejumlah implementasi mencatat efisiensi biaya hingga 80 persen dan peningkatan pendapatan sekitar 20–40 persen.

Neobiz menegaskan hasil tersebut tidak bersifat seragam karena bergantung pada karakteristik bisnis serta proses operasional yang dioptimalkan.

Selain membantu menangani komunikasi pelanggan, Neo juga dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang. Dengan demikian, bisnis dapat meningkatkan kapasitas layanan tanpa harus menambah jumlah karyawan secara linear.

Campaign Bisa Diukur hingga Menghasilkan Pendapatan

Neobiz turut memperkenalkan Neo Impact untuk membantu bisnis mengukur efektivitas campaign.

Fitur tersebut menghubungkan campaign dengan percakapan, booking, dan transaksi yang dihasilkan. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengetahui kontribusi campaign terhadap pendapatan, bukan sekadar melihat berapa banyak pesan yang terkirim.

Ada pula Neo Insights yang dirancang untuk membantu bisnis menemukan pola operasional, termasuk pelanggan yang mulai tidak aktif serta kapasitas layanan yang masih belum optimal.

Dibangun di Atas WhatsApp Business Platform

Neobiz menyatakan platformnya telah berstatus Official Meta Tech Provider dan dibangun langsung di atas WhatsApp Business Platform.

Selain berinteraksi melalui WhatsApp, pemilik bisnis dan tim juga dapat mengelola operasional melalui aplikasi web Neobiz.

Aktivitas yang dapat dikelola mencakup inbox, booking, pesanan, data pelanggan, membership, loyalty, campaign, hingga laporan bisnis.

Tak Perlu Migrasi Total

Salah satu pendekatan yang ditawarkan Neobiz adalah kemampuan untuk terhubung dengan sistem yang telah digunakan perusahaan.

Platform tersebut dapat diintegrasikan dengan POS, payment gateway, sistem akuntansi, ERP, CRM, dan logistik menggunakan API serta webhook.

Dengan demikian, perusahaan tidak harus mengganti seluruh sistem yang sudah berjalan untuk mulai memanfaatkan AI.

Jimmy mengatakan perubahan yang dibawa AI bukan hanya mengenai teknologi, tetapi juga cara manusia berinteraksi dengan software.

“Software generasi sebelumnya meminta kita membuka aplikasi, mencari menu, lalu mengisi form. Dengan AI, cukup sampaikan apa yang ingin dicapai. Sistemnya tetap ada di belakang, tetapi cara kita menggunakannya berubah,” ujar Jimmy.

Neobiz didirikan oleh tim yang sebelumnya membangun iSeller Commerce. Tim tersebut memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengembangkan teknologi commerce berbasis SaaS di Indonesia.

Platform Neobiz mulai tersedia bagi bisnis di Indonesia melalui neobiz.id. Perusahaan juga menyiapkan rencana ekspansi ke pasar Asia Tenggara pada tahap berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *