May 14, 2026

Info Konsumen — Nama kembali ramai menghiasi media sosial berkat lagu-lagunya yang dikenal emosional dan romantis. Mulai dari hingga , karya-karya Sal terus digunakan jutaan pendengar di berbagai platform digital.

Kini, Sal menghadirkan eksplorasi baru lewat lagu berjudul , yang menjadi original soundtrack film . Tak hanya mengisi soundtrack, Sal juga turut membintangi film tersebut.

Sejak dirilis bertepatan dengan Hari Buruh, video lirik “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali di YouTube. Lagu ini tampil berbeda dibanding karya-karya Sal sebelumnya yang identik dengan nuansa romantis. Dibuka dengan lirik yang familiar sejak masa kecil, lagu tersebut membawa pendengar pada suasana yang lebih muram dan reflektif, mengangkat keresahan tentang kelelahan dan tekanan dalam dunia kerja.

“Dalam menulis lirik untuk lagu ‘Kepala, Pundak, Kerja Lagi’, aku tetap menggunakan gagasan yang sederhana, sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film Monster Pabrik Rambut juga membahas soal overwork dan lembur, sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Jadi aku bisa dengan mudah menangkap gagasan filmnya lalu menyampaikannya dengan caraku di lagu ini,” ujar Sal Priadi.

Dalam proses kreatifnya, Sal juga menghadirkan pendekatan baru. Jika sebelumnya banyak lagu lahir dari permainan piano atau gitar, kali ini ia berkolaborasi dengan produser musik elektronik Attila Syah untuk membangun soundscape yang lebih atmosferik dalam materi lagunya.

Pengalaman menggarap lagu ini juga menjadi momen pertama bagi Sal menulis lagu langsung di lokasi syuting. Meski sebelumnya pernah menciptakan lagu tema untuk film, proses kreatif di tengah suasana produksi film menjadi pengalaman baru yang ia sebut sangat berkesan.

“Awal lagunya ditulis di lokasi syuting. Ini pengalaman baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat. Saat menulis lirik, lagu ini terasa seperti sebuah marching solidaritas untuk para pekerja yang menghadapi dinamika dalam bekerja, termasuk overwork. Semoga lagu ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” kata Sal.

Lewat “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Sal Priadi memperlihatkan sisi eksploratif dalam berkarya, menghadirkan lagu yang tidak hanya relevan dengan tema film, tetapi juga dekat dengan realitas kehidupan banyak pekerja masa kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *