September 15, 2026

Info Konsumen — Gala premiere film horor internasional Malaysia, Khadam, sukses digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2026). Film hasil kolaborasi Malaysia dan Indonesia tersebut mendapat sambutan positif dari sineas, kritikus, hingga penikmat film horor Tanah Air menjelang penayangannya serentak di bioskop Indonesia pada 16 September 2026.

Gala premiere dihadiri langsung sejumlah sineas yang terlibat dalam produksi film, di antaranya produser Ayu Amirrol, produser eksekutif sekaligus produser Ahmad Izham Omar dan Lina Tan, serta pemeran utama Aghniny Haque.

Turut hadir produser eksekutif dari Indonesia, Charles Gozali dari MAGMA Entertainment dan Tony Ramesh dari VMS Studio.

Khadam merupakan proyek kolaborasi lintas negara yang diproduksi Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia. Film ini disutradarai Shamyl Othman dengan naskah karya Fariza Azlina.

Skala internasional film tersebut semakin kuat dengan dukungan Sil-Metropole Organisation dari Hong Kong/China, Applause Entertainment dari India, serta Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios dari Malaysia.

Khadam vs Kodam, Ketika Penjaga Berubah Menjadi Petaka

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, istilah “kodam” kerap dikaitkan dengan jin penjaga atau pendamping spiritual. Namun, Khadam menghadirkan perspektif yang jauh lebih gelap mengenai mitologi serumpun tersebut.

Film ini mengangkat folklor kepercayaan Saka di Malaysia. Berbeda dari gambaran entitas penjaga yang patuh, Khadam digambarkan sebagai entitas warisan gaib yang dapat berubah menjadi ancaman bagi manusia yang menjadi pemiliknya.

Mengusung premis “Jangan Sampai Jadi Tuan”, film ini menghadirkan teror ketika entitas tersebut melihat kelemahan manusia yang dirawatnya. Khadam kemudian memberontak, mencuri wujud asli pemiliknya, hingga berusaha mengambil alih kehidupannya.

Aghniny Haque Hadapi Teror sebagai Ibu Tunawicara

Aghniny Haque memerankan Melor, seorang ibu tunawicara yang hidup terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya.

Kehidupan Melor berubah setelah kematian sang ibu membuatnya harus mewarisi Khadam milik keluarganya.

Teror semakin intens ketika entitas gaib tersebut mulai mengambil wujud menyerupai Melor. Sosok kembaran itu terlihat lebih sempurna dan perlahan merebut kasih sayang anak-anak Melor sekaligus posisinya sebagai nyonya rumah.

Tanpa kemampuan berbicara, Melor harus mengandalkan naluri keibuan, bahasa isyarat, dan kekuatan fisiknya untuk mempertahankan keluarganya. Ia pun harus menghadapi ancaman kehilangan identitas dan kehidupannya sendiri.

Raup Box Office Lebih dari USD 1,3 Juta
Sebelum menyapa penonton Indonesia, Khadam telah lebih dahulu meraih kesuksesan di pasar regional. Film tersebut mencatat pendapatan box office lebih dari USD 1,3 juta sejak dirilis di bioskop Malaysia pada 11 Juni 2026.

Khadam juga telah meneror penonton di Kamboja dan Singapura. Film tersebut selanjutnya dijadwalkan tayang di Hong Kong dan Macau pada Oktober 2026.

Film ini mendapat perhatian karena membangun atmosfer horor secara perlahan tanpa hanya mengandalkan jumpscare. Sejumlah penonton juga memberikan respons positif melalui platform ulasan Letterboxd.

Salah satu ulasan menyebut Khadam sebagai film yang mengerikan sekaligus menyayat hati. Ulasan lainnya menyoroti ketegangan dan rasa gelisah yang terus meningkat sepanjang film.

Khadam Bawa Semangat Kolaborasi Malaysia-Indonesia
Dalam sesi konferensi pers, para produser menegaskan bahwa Khadam menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas negara yang dapat menghadirkan pendekatan baru dalam genre horor.

“Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Indonesia dalam Khadam. Cerita Khadam adalah cerita yang universal dan bisa dinikmati siapa saja, dan kami sangat bangga bisa membawa film kolaborasi ini ke bioskop Indonesia,” ujar Ahmad Izham Omar, Founder Komet Productions sekaligus Produser Eksekutif dan Produser.

Sementara itu, Charles Gozali selaku Produser Eksekutif MAGMA Entertainment menilai kolaborasi antarnegara penting untuk mendorong perkembangan industri perfilman.

“Sebagai representasi dari Indonesia dalam produksi ini, kami senang sekali bisa turut mendukung sebuah film horor yang sangat ambisius. Saya rasa perlu ada lebih banyak kolaborasi antarnegara seperti dalam film Khadam, demi industri perfilman yang lebih sehat dan karya-karya yang semakin fresh,” ujar Charles.

Selain Aghniny Haque, Khadam juga dibintangi aktor Malaysia Datuk Remy Ishak sebagai Awang, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, serta aktris senior peraih penghargaan June Lojong.

Khadam akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *