April 22, 2026

Info Konsumen — Film terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, mencatat pencapaian gemilang dengan meraih 1 juta penonton hanya dalam enam hari penayangan di bioskop Indonesia.
Capaian ini menegaskan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film tersebut, terutama di periode pasca-Lebaran yang dikenal sebagai momen ramai bagi industri perfilman nasional.

Keberhasilan Ghost in the Cell sekaligus mengukuhkan Joko Anwar sebagai sineas dengan rekor baru di Indonesia. Ia menjadi sutradara pertama yang berhasil mengantarkan tujuh film berturut-turut menembus angka 1 juta penonton di bioskop.

Sebelumnya, deretan film Joko Anwar yang juga meraih lebih dari 1 juta penonton antara lain Pengepungan di Bukit Duri (2025), Siksa Kubur (2024), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), Perempuan Tanah Jahanam (2019), Gundala (2019), dan Pengabdi Setan (2017).

Dalam pernyataannya, Joko Anwar mengungkapkan bahwa film ini dibuat dengan harapan memberikan pengalaman emosional bagi penonton Indonesia.

“Misi kami ketika membuat film ini adalah supaya setidaknya selama 1 jam 46 menit kita bisa merasa menang. Tidak menyangka akan disambut dengan begitu hangat,” ujarnya.

Tak hanya sukses di dalam negeri, Ghost in the Cell juga mencatat pencapaian internasional dengan penjualan hak tayang ke 86 negara. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa film tersebut memiliki daya tarik global.

Selain itu, Joko Anwar juga dikenal sebagai satu-satunya sutradara Indonesia yang karyanya berhasil masuk seleksi resmi di empat festival film bergengsi dunia, yakni Sundance Film Festival, Berlin International Film Festival (Berlinale), Venice Film Festival, dan Toronto International Film Festival (TIFF).

Film Ghost in the Cell dibintangi oleh sejumlah aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, hingga Rio Dewanto. Film ini juga memperkenalkan wajah baru, Magistus Miftah.

Diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures, film ini juga didukung oleh Barunson E&A sebagai agen penjualan internasional.

Dengan pencapaian ini, Ghost in the Cell tidak hanya menjadi salah satu film terlaris tahun ini, tetapi juga memperkuat posisi perfilman Indonesia di kancah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *