Info Konsumen – Pemerintah masih punya peluang menghemat anggaran negara hingga Rp205 triliun di 2026. Namun, langkah ini dipastikan tidak akan semudah sebelumnya.
Hal ini karena sebagian besar anggaran yang “mudah dipangkas” sudah lebih dulu digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan total sekitar Rp335 triliun.
Akibatnya, ruang penghematan yang tersisa kini semakin sempit. Apalagi, banyak anggaran negara yang tidak bisa dikurangi begitu saja, seperti untuk pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.
Lalu, dari mana penghematan bisa dilakukan?
Pemerintah diperkirakan masih bisa memangkas pengeluaran dari hal-hal seperti perjalanan dinas, rapat, dan biaya administrasi. Selain itu, proyek infrastruktur yang belum mendesak juga bisa ditunda.
Penghematan juga bisa datang dari pengurangan belanja di sektor pertahanan dan kepolisian, serta menggabungkan program-program pemerintah yang selama ini tumpang tindih.
Meski begitu, para pengamat mengingatkan bahwa efisiensi kali ini mulai menyentuh hal-hal yang penting. Artinya, dampaknya bisa terasa langsung, baik ke kinerja pemerintah maupun layanan ke masyarakat.
Di sisi lain, kondisi global juga sedang tidak pasti, mulai dari kenaikan harga energi hingga tekanan ekonomi. Karena itu, pemerintah tetap perlu menjaga keuangan negara tetap aman.
Kesimpulannya, penghematan masih bisa dilakukan, tapi kini pilihannya lebih sulit dan penuh konsekuensi.
